Minggu, 27 Mei 2012

HILANGNYA INTEGRITAS MAHASISWA

“Darah muda, darahnya para remaja, yang selalu merasa gagah, tak pernah mau mengalah, yang maunya menang sendiri, walau salah tak perduli, darah muda”. Sepenggal lirik diatas saya kutip dari lagunya Haji Rhoma Irama. Memang, darah muda adalah darah para remaja yang sangat berapi-api dan sangat gampang sekali “panas” jika ada sidkit hal-hal yang dianggap kurang baik. Namun, sikap tersebut tidaklah diharapkan terjadi bagi para pelajar, terlebih lagi ditujukan kepada para mahasiswa. Mahasiswa seharusnya cerminan bagi para pelajar, kebanggan bagi orang tua, masyarakat, dan negara yang kita cintai ini. Tapi, melihat aksi dari beberapa kelompok mahasiswa yang terjadi diberbagai daerah di Indonesia saat ini, tidak pantas untuk dikatakan sebagai cerminan pelajar, dan kebanggan masyarakat. Mahasiswa yang dikatakan sebagai kaum intelektualis, tingkatan tertinggi dalam struk pelajar, dan merupakan penerus pemimpin negara ini ternyata masih meiliki sifat kekanak-kanakan, tidak dewasa dalam berpikir dan menyikapi masalah yang terjadi, dan masih mengandalkan otot untuk menyelesaikan masalah baik antar sesama mahasiswa, maupun pada saat melakukan demonstrasi. Jelas saja hal tersebut menjadi tinta hitam bagi mahasiswa sekarang ini.

Aksi anarkisme
Perbuatan mahasiswa yang sama kacaunya dengan tawuran yaitu aksi anarkisme pada saat melakukan demonstrasi. Hal ini sepertinya sudah menjadi hal yang lumrah dalam melaksanakan demonstrasi, dimana pada saat demonstran tidak ditanggapi oleh yang didemo, atau para demonstran kurang puas dengan tanggapan pendemo, maka sikap yang semula damai akan langsung berubah menjadi sikap anarkisme. Terjadi lempar-lemparan dengan petugas, membakar ban ditengah jalan, bahkan ada yang membakar mobil yang melintas pada saat demonstrasi berlangsung. Bukan hanya itu, jalanan juga akan menjadi sangat macet jika terjadi demonstrasi tidak damai.
Melihat dari tingkah mahasiswa saat ini, sudah jauh dari tujuan pendidikan yang sebenarnya. Dimana tujuan pendidikan itu adalah mendidika dan membelajarkan agar menjadi manusia yang seutuhnya, berahlak, dan berintelektual tinggi. Namun, dengan kenyataan seperti saat ini, tujuan tersebut hanyalah tinggal kata-kata yang dijadikan hiasan pada slogan pendidikan. Jika sudah terjadi seperti ini, siapa yang disalahkan? Tidak ada, karena hal tersebut berasal dari pribadi masing-masing mahasiswa, tetapi yang bertanggung jawab penuh adalah pihak pengelola pendidikan.
Hilangnya Integritas
Kata Inegritas seringkali digunakan sebagai landasan/acuan untuk melahirkan sebuah petuah atau pepatah dari manusia/orang-orang yang sudah dianggap sempurna baik secara mental maupun sepiritual, karena itu kata Integritas sudah melekat pada pribadi orang-orang yang “arif dan bijaksana” yang dalam kehidupan kesehariannya mampu menjadi sosok manusia panutan, atau sebagai tuntunan, bukan tontonan. Dan seorang mahasiswa yang berintegritas tidak akan mungkin melakukan ahal-hal yang ceroboh dan anarkis seperti yang terjadi pada saat ini. Seharusnya hal tersebut sangat penting untuk dibangun dalam diri mahasiswa melalui pendidikan yang benar. Karena kejadian tawuran dan tindakan anrkisme mahasiswa terjadi tidak terlepas dari terkikis bahkan hilangnya Integritas dalam diri mahasiswa sekarang ini. Hal ini terjadi karena mahasiswa terlalu banyak beban perkuliahan atau terpengaruh hal negatif diluar lingkungan kampus.
Untuk itu, pendidikan yang diberikan harus memberikan penguasaan yang komprehensif disertai wawasan yang luas dan dilengkapi dengan kesadaran dan pemafaatannya. Dengan demikian, para mahasiswawa mampu berpikir secara matang dan dewasa dalam menyikapi hal-hal yang masuk kedalam dirinya. Integritas juga berkaitan dengan pengembangan kepribadian, maksudnya menjungjung etika profesi dan menjaga diri dari lingkungan yang kurang baik.
Hal inilah yang sangat perlu diperhatikan oleh pihak pendidikan untuk diterapkan didunia pendidikan saat ini, karena pemangunan watak yang positif lebih sulit dibandingkan dengan mengajari seseorang menyelesaikan suatu rancang bangun. Mahasiswa harus disadarkan akan pentingnya Integritas yang baik dalam kehidupan sehari, karena selain membantu pengembangan dirinya, juga memberi dampak yang positif bagi lingkungannya, dan dengan integritaslah kita mampu menunjukkan jati diri kita ke dunia luar dan dianggap pantas sebagai mahasiswa.

Selasa, 15 Mei 2012

ADA DAN TIDAK ADANYA HANTU


Jika kita melihat atau merasakan keanehan di lingkungan kita, kemungkinan itu benar adanya. Karena dalam Islampun mempercayai bahwa selain manusia juga ada kehidupan lain di dunia ini. Kehidupan bangsa jin, syetan, dan makhluk ghaib lainnya. Hantu adalah salah satu makhluk ghaib yang juga hidup di dunia ini.
Sebagian orang percaya bahwa hantu menyerupai dan berukuran seperti manusia. Namun sebagian orang berpendapat bahwa hantu memiliki bentuk seperti hewan. Hantu ada setelah roh dalam jasah keluar dari tubuh manusia. Dengan demikian bentuk atau wujud hantu menyerupai baying-bayang atau seperti kabut.
Sebagian orang berpendapat bahwa ia juga menyerupai bayangan. Sehingga sesekali kita atau mungkin teman kita pernah mengalami kejadian pergerakan objek, lampu mati sendiri dan lain-lain. Ia tidak akan melakukan gangguan secara langsung kepada manusia,sehingga, secara logis hantu tidak bias dilihat oleh kasat mata manusia normal.